Artwork

เนื้อหาจัดทำโดย 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra เนื้อหาพอดแคสต์ทั้งหมด รวมถึงตอน กราฟิก และคำอธิบายพอดแคสต์ได้รับการอัปโหลดและจัดหาให้โดยตรงจาก 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra หรือพันธมิตรแพลตฟอร์มพอดแคสต์ของพวกเขา หากคุณเชื่อว่ามีบุคคลอื่นใช้งานที่มีลิขสิทธิ์ของคุณโดยไม่ได้รับอนุญาต คุณสามารถปฏิบัติตามขั้นตอนที่แสดงไว้ที่นี่ https://th.player.fm/legal
Player FM - แอป Podcast
ออฟไลน์ด้วยแอป Player FM !

Manusia & Teknologi - 2024-01-18

 
แบ่งปัน
 

Manage episode 396130024 series 3381956
เนื้อหาจัดทำโดย 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra เนื้อหาพอดแคสต์ทั้งหมด รวมถึงตอน กราฟิก และคำอธิบายพอดแคสต์ได้รับการอัปโหลดและจัดหาให้โดยตรงจาก 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra หรือพันธมิตรแพลตฟอร์มพอดแคสต์ของพวกเขา หากคุณเชื่อว่ามีบุคคลอื่นใช้งานที่มีลิขสิทธิ์ของคุณโดยไม่ได้รับอนุญาต คุณสามารถปฏิบัติตามขั้นตอนที่แสดงไว้ที่นี่ https://th.player.fm/legal

99% warga AS tidak menabung, lalu yang kaya siapa ?

Pasar saham AS telah mencapai titik tertinggi baru, posisi inflasi yang telah mereda dan masyarakat AS masih terus mengeluarkan uang demi mendukung perekonomian AS agar menjadi lebih baik, semua aktivitas pasar didominasi oleh konsumsi warganya. Sekilas terlihat ini adalah suatu hal baik bagi perekonomian dalam negeri, namun dilansir dari Technews.tw yang menjabarkan bahwa JPMorgan melaporkan bahwa pada pertengahan tahun 2024, sebagian besar konsumen AS kecuali untuk warga 1% yang merupakan kelompok teratas akan berada dalam sebuah kondisi keuangan yang diprediksi akan lebih buruk dibandingkan sebelum kondisi pandemi.

Setelah mencapai puncaknya pada awal bulan Agustus 2021, tercatat sebanyak 2.1 triliun AS didorong oleh evaluasi stimulus pemerintah AS yang telah mendapatkan bahwa tabungan rumah tangga warga AS telah menurun hingga dibawah 148 Miliar USD pada bulan Oktober tahun ini. Apabila dibandingkan dengan data dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya bahwa catatan ini 90% lebih buruk dari data yang ada. Aset likuid yang disesuaikan dengan inflasi diperkirakan akan turun dibawah level pada bulan Maret 2020 dengan estimasi bahwa bulan Juni 2024 mendatang untuk semua kelompok, dengan pengecualian yaitu untuk 1% kelompok masyarakat teratas.

Marko Kolanovic selaku kepala strategi ekuitas di JPMorgan Chase mengatakan bahwa 80% konsumen AS telah kehabisan uang tabungan yang mungkin telah mereka kumpulkan selama masa pandemi, dan kemungkinan hanya 1% konsumen teratas yang masih lebih baik apabila dibandingkan sebelum masa pandemi. JPMorgan memposisikan dirinya sebagai investor yang paling pesimis di Wall Street pada bulan Oktober ketika Marko Kolanovic memprediksikan bahwa S&P 500 akan turun sebanyak 20%, sehingga mendesak investor untuk mempertimbangkan uang tunai sebagai jaring pengaman terakhir.

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon juga mengungkapkan pandangannya terkait belanja konsumen. Dirinya mengatakan bahwa konsumen telah berbelanja seperti layaknya pelaut yang mabuk, banyak orang mengatakan bahwa anda harus memiliki perekonomian yang sedang booming dan telah berkembang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan ledakan konsumsi seperti itu, menurutnya pernyataan ini adalah sebuah kesalahan besar.

Sebaliknya menurut laporan dari Intuit Credit Karma yang menjabarkan bahwa orang Amerika tidak mengeluarkan uang karena perekonomian yang sedang kuat, lebih dari seperempat orang AS berada dalam kondisi “ Konsumsi hari kiamat “. mereka dibutakan oleh ketidakamanan finansial serta urusan internasional dalam berbelanja, yang akhirnya berkontribusi kepada konsumsi pasca apokaliptik menjadi sebuah hal yang lumrah.

Menurut survei mereka, beberapa kekhawatiran utama di antara responden Amerika pada saat ini antara lain mencakup inflasi, meningkatnya biaya hidup, berbagai tarif yang kian meningkat, pasar properti yang semakin tidak terkontrol, dan tidak memiliki cukup uang untuk membeli berbagai barang termasuk kebutuhan primer dan sekunder. Masyarakat AS pada saat ini berada dalam sebuah tekanan finansial yang besar, termasuk beberapa diantaranya adalah mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengatasi kebutuhan keseharian. Untuk hutang kartu kredit juga telah mencapai titik tertinggi sepanjang tahun 2023, dengan nilai yang sudah mendekati 1.1 Triliun USD pada kuartal ketiga tahun ini.

Fenomena ini marak terjadi dikalangan generasi muda, dengan persentase 35% Gen Z dan 43% generasi Milenial mengakui bahwa cara membelanjakan uang seperti ini pasti akan segera berakhir. Menurut laporan tersebut, generasi muda sangat khawatir terkait betapa sulitnya kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi upah mereka di masa mendatang, selain itu juga masih terdapat berbagai kendala yang menjadi perhatian seperti keamanan lapangan pekerjaan dengan gaji yang memadai.

Beberapa analis percaya bahwa kita tidak perlu terlalu memperhatikan perubahan jumlah tabungan, upahlah yang akan menyelamatkan kondisi perekonomian AS saat ini. Menurut laporan dari Moody’s Analytics bahwa tabungan selama masa pandemi tidak hilang dengan cepat karena rumah tangga juga telah mendapatkan manfaat dari peningkatan berbagai program yang telah digalakkan oleh pemerintah termasuk kenaikan gaji pokok.

Kenaikan upah rata-rata secara keseluruhan di AS telah mencapai puncaknya pada tahun ini, sebanyak 6.4% perhitungan gaji baru yang telah diterapkan kepada karyawan dari semua sektor.

Adapun kenaikan upah terbesar dalam beberapa dekade ini telah memungkinkan warga AS untuk mengimbangi kenaikan harga pasar, meski tingkat hutang kartu kredit yang masih terlihat lebih tinggi yang dapat diartikan sebagai sebuah peringatan bagi perekonomian dalam negeri, namun data juga menunjukkan bahwa kebiasaan peminjaman uang telah melambat seiring dengan melambungnya nilai inflasi, sehingga hutang belum menjadi ancaman secara makroekonomi. Secara keseluruhan, tren pertumbuhan hutang kartu kredit cukup serupa dengan situasi sebelum pandemi Coronavirus 2019, dengan harapan agar upah pekerja AS yang lebih tinggi dapat menjadi sebuah landasan untuk mendukung perekonomian AS yang lebih baik.

Pantau terus yows..

  continue reading

295 ตอน

Artwork
iconแบ่งปัน
 
Manage episode 396130024 series 3381956
เนื้อหาจัดทำโดย 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra เนื้อหาพอดแคสต์ทั้งหมด รวมถึงตอน กราฟิก และคำอธิบายพอดแคสต์ได้รับการอัปโหลดและจัดหาให้โดยตรงจาก 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra หรือพันธมิตรแพลตฟอร์มพอดแคสต์ของพวกเขา หากคุณเชื่อว่ามีบุคคลอื่นใช้งานที่มีลิขสิทธิ์ของคุณโดยไม่ได้รับอนุญาต คุณสามารถปฏิบัติตามขั้นตอนที่แสดงไว้ที่นี่ https://th.player.fm/legal

99% warga AS tidak menabung, lalu yang kaya siapa ?

Pasar saham AS telah mencapai titik tertinggi baru, posisi inflasi yang telah mereda dan masyarakat AS masih terus mengeluarkan uang demi mendukung perekonomian AS agar menjadi lebih baik, semua aktivitas pasar didominasi oleh konsumsi warganya. Sekilas terlihat ini adalah suatu hal baik bagi perekonomian dalam negeri, namun dilansir dari Technews.tw yang menjabarkan bahwa JPMorgan melaporkan bahwa pada pertengahan tahun 2024, sebagian besar konsumen AS kecuali untuk warga 1% yang merupakan kelompok teratas akan berada dalam sebuah kondisi keuangan yang diprediksi akan lebih buruk dibandingkan sebelum kondisi pandemi.

Setelah mencapai puncaknya pada awal bulan Agustus 2021, tercatat sebanyak 2.1 triliun AS didorong oleh evaluasi stimulus pemerintah AS yang telah mendapatkan bahwa tabungan rumah tangga warga AS telah menurun hingga dibawah 148 Miliar USD pada bulan Oktober tahun ini. Apabila dibandingkan dengan data dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya bahwa catatan ini 90% lebih buruk dari data yang ada. Aset likuid yang disesuaikan dengan inflasi diperkirakan akan turun dibawah level pada bulan Maret 2020 dengan estimasi bahwa bulan Juni 2024 mendatang untuk semua kelompok, dengan pengecualian yaitu untuk 1% kelompok masyarakat teratas.

Marko Kolanovic selaku kepala strategi ekuitas di JPMorgan Chase mengatakan bahwa 80% konsumen AS telah kehabisan uang tabungan yang mungkin telah mereka kumpulkan selama masa pandemi, dan kemungkinan hanya 1% konsumen teratas yang masih lebih baik apabila dibandingkan sebelum masa pandemi. JPMorgan memposisikan dirinya sebagai investor yang paling pesimis di Wall Street pada bulan Oktober ketika Marko Kolanovic memprediksikan bahwa S&P 500 akan turun sebanyak 20%, sehingga mendesak investor untuk mempertimbangkan uang tunai sebagai jaring pengaman terakhir.

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon juga mengungkapkan pandangannya terkait belanja konsumen. Dirinya mengatakan bahwa konsumen telah berbelanja seperti layaknya pelaut yang mabuk, banyak orang mengatakan bahwa anda harus memiliki perekonomian yang sedang booming dan telah berkembang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan ledakan konsumsi seperti itu, menurutnya pernyataan ini adalah sebuah kesalahan besar.

Sebaliknya menurut laporan dari Intuit Credit Karma yang menjabarkan bahwa orang Amerika tidak mengeluarkan uang karena perekonomian yang sedang kuat, lebih dari seperempat orang AS berada dalam kondisi “ Konsumsi hari kiamat “. mereka dibutakan oleh ketidakamanan finansial serta urusan internasional dalam berbelanja, yang akhirnya berkontribusi kepada konsumsi pasca apokaliptik menjadi sebuah hal yang lumrah.

Menurut survei mereka, beberapa kekhawatiran utama di antara responden Amerika pada saat ini antara lain mencakup inflasi, meningkatnya biaya hidup, berbagai tarif yang kian meningkat, pasar properti yang semakin tidak terkontrol, dan tidak memiliki cukup uang untuk membeli berbagai barang termasuk kebutuhan primer dan sekunder. Masyarakat AS pada saat ini berada dalam sebuah tekanan finansial yang besar, termasuk beberapa diantaranya adalah mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengatasi kebutuhan keseharian. Untuk hutang kartu kredit juga telah mencapai titik tertinggi sepanjang tahun 2023, dengan nilai yang sudah mendekati 1.1 Triliun USD pada kuartal ketiga tahun ini.

Fenomena ini marak terjadi dikalangan generasi muda, dengan persentase 35% Gen Z dan 43% generasi Milenial mengakui bahwa cara membelanjakan uang seperti ini pasti akan segera berakhir. Menurut laporan tersebut, generasi muda sangat khawatir terkait betapa sulitnya kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi upah mereka di masa mendatang, selain itu juga masih terdapat berbagai kendala yang menjadi perhatian seperti keamanan lapangan pekerjaan dengan gaji yang memadai.

Beberapa analis percaya bahwa kita tidak perlu terlalu memperhatikan perubahan jumlah tabungan, upahlah yang akan menyelamatkan kondisi perekonomian AS saat ini. Menurut laporan dari Moody’s Analytics bahwa tabungan selama masa pandemi tidak hilang dengan cepat karena rumah tangga juga telah mendapatkan manfaat dari peningkatan berbagai program yang telah digalakkan oleh pemerintah termasuk kenaikan gaji pokok.

Kenaikan upah rata-rata secara keseluruhan di AS telah mencapai puncaknya pada tahun ini, sebanyak 6.4% perhitungan gaji baru yang telah diterapkan kepada karyawan dari semua sektor.

Adapun kenaikan upah terbesar dalam beberapa dekade ini telah memungkinkan warga AS untuk mengimbangi kenaikan harga pasar, meski tingkat hutang kartu kredit yang masih terlihat lebih tinggi yang dapat diartikan sebagai sebuah peringatan bagi perekonomian dalam negeri, namun data juga menunjukkan bahwa kebiasaan peminjaman uang telah melambat seiring dengan melambungnya nilai inflasi, sehingga hutang belum menjadi ancaman secara makroekonomi. Secara keseluruhan, tren pertumbuhan hutang kartu kredit cukup serupa dengan situasi sebelum pandemi Coronavirus 2019, dengan harapan agar upah pekerja AS yang lebih tinggi dapat menjadi sebuah landasan untuk mendukung perekonomian AS yang lebih baik.

Pantau terus yows..

  continue reading

295 ตอน

ทุกตอน

×
 
Loading …

ขอต้อนรับสู่ Player FM!

Player FM กำลังหาเว็บ

 

คู่มืออ้างอิงด่วน